Catatan harianku

Catatan harian yang biasanya aku tulis telah lama tak beroperasi (weleh kaya apa aja). Beberapa hari berlalu tanpa kutulis beberapa kejadian yang sebenarnya cukup penting dan mengenang. Entah berapa ide yang muncul berlalu-lalang di kepalaku tapi hanya lewat saja. Sekelebat tema, pembahasan tak tertuangkan sedikitpun ke dalam bentuk tulisan. Terakhir tertulis di diary-q adalah pada tanggal 16 Oktober 2012… Yaps cukup lama dan tulisan terakhirku itu tentang isi hatiku ketika selesai ijtima dengan Pak Mudir. Yang mana beliau membahas tentang ujian tahfidz mid semester.

Bagiku catatan harian atau diary itu memang penting. Di situlah tertulis sejarah kita dengan tangan kita sendiri tanpa campur tangan orang lain. Murni dari diri kita sendiri. Yaah, walaupun memang subyektif banget, memang begitulah catatan harian. Tapi selain kita bisa menuliskan kejadian-kejadian penting yang terjadi di kehidupan kita, kita bebas bisa menuliskan apapun. Bebas berekspresi tanpa ada batasan peraturan bahasa ataupun eyd. Nggak usah takut nglanggar eyd, hehehe. Karena kitalah yang punya peraturan itu sendiri dalam catatan harian kita. Selain itu, menurutku dengan menuangkan perasaan kita ke dalam bentuk tulisan itu bisa melegakan perasaan kita, meringankan masalah kita kalo punya masalah.

Dan point terakhir yang kupahami dari menulis catatan harian adalah kita bisa menitipkan ide-ide yang muncul di kepala kita. Yang mana ide itu bisa muncul kapan saja tanpa kita ketahui. Tiba-tiba mikir apa, ya lebih baik kita tulis, belum tentu besok atau kapan ide itu akan muncul. Lah di hari esoklah ketika kita membacanya kita bisa ingat

So, go write sob.. You have a freedom to write anything… don’t worry. Ngomongin soal diary gini, ane jadi teringat sama diary temenku tempoe doeloe. Dulu kubaca tapi dengan izin temenku itu tentunya. Hehe… Dia menuliskan di setiap catatan dengan kata “Le”, baik tu awal paragraf maupun kalimat. Sering tertuliskan seperti itu. Dan dia menyebut dirinya “mbahmu “, contohnya ada kalimat begini: “Le.., mbahmu ini dulu gini-gini….” . mungkin catatan harianya itu akan diwarisin ke cucunya ntar.. hehe.

Cukup sekian, dan ini tulisan terbaru di diaryku yang telah lama kosong. Hehe J

Iklan

About sarungbiru

Bismillah Saya hanya seorang santri yang bersarung biru dan ingin berbagi.... Saya ada disini: Pesbuk : Ayubi Abu Savar email : saveer007@yahoo.com

Posted on Februari 17, 2013, in Catatan lepas, coretan pribadi, diary santri and tagged , , , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. hahhaaaaaaa……
    jadi ingat ama diary yisha, masih yisha isi kalo ada hal pengin diingat……

  2. Sekarang gue lebih sering nulis di blog, soalnya bisa diirespon sama orang lain, kalo di diary udah jarang, wekekekk :-p

  3. catatan harian jadi catatan bulanan dong… atau catatan 6 bulanan ya…

  4. ada poto buku diary-nya nggak yub? 😀
    *pengen liat

  5. Haha… klu fotony di diare hape kali mbak… ya g bro?

  6. wahh diary nya perlu diisi lagi tuh gan biar rame,, hehe

  7. lo? kaka belum bikin post baru? 😕

  8. asek .berteman diary juga ni orang B)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: